Jasa pembuat Blog termurah

Blog yang anda kunjungi saat ini Hanyalah blog Contoh (Blog Demo)
Ini salah satu contoh Desain blog Pribadi yang siap jadi milik anda
Buat anda yang ingin Punya Blog Tampilan profesional dengan harga murah silahkan Kunjungi website kami www.bedahnet.com atau Klik Disini

Sejarah Tuanku Rao sumatra Barat

Tuanku Rao (lahir, 1790 - wafat, 1833) adalah panglima perang dan tokoh Paderi terkemuka. Dia merupakan salah seorang penyebar Islam di Tanah Batak.
 Beliau lahir dari pasangan Minangkabau yang berasal dari Rao, Pasaman, Sumatera Barat.
 Ayahnya berasal dari Tarung-Tarung, Rao, sedang ibunya dari Padang Mantinggi, Rao.
Pada masa remaja Tuanku Rao mendalami ilmu agama Islam di surau Tuanku Nan Tuo, Koto Tuo, Agam, dan kemudian melanjutkannya di Bonjol. Setelah menyelesaikan ilmu fiqihu al-Islam dengan predikat thayyib jiddan (sangat memuaskan), dia dianugerahi gelar Fakih Muhammad.
Fakih Muhammad kemudian menikah dengan seorang wanita bangsawan, puteri Yang Dipertuan Rao. Karena mertuanya bukan seorang penganut Wahabi, dan tidak bersemangat untuk menentang penjajahan Hindia-Belanda, maka pimpinan pemerintahan Rao diambil alih oleh menantunya, yang kemudian bergelar Tuanku Rao.

Tuanku Rao merupakan salah satu panglima Perang Padri yang tangguh, dengan gigih melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Hindia-Belanda di wilayah Pasaman, Kotanopan, Padang Lawas, hingga Padang Sidempuan. Setelah pasukan Belanda menaklukan Matur dan Lubuk Sikaping, pada bulan Oktober 1832 Rao berhasil ditaklukan. Letnan Bevervoorden, seorang komandan pasukan Belanda, menemui Tuanku Rao dan membujuknya agar menyerah. Dalam pertemuan itu, Tuanku Rao berdalih akan pergi haji dan menyerahkan kembali pimpinan pemerintahan Rao kepada mertuanya, Yang Dipertuan Rao]
Setelah pertemuan itu, Tuanku Rao menarik diri dan bersembunyi di dalam hutan. 

Namun semangat yang dibawakan Tuanku Tambusai yang baru saja pulang dari Mekkah, menyemangatinya untuk terus berjuang melawan Belanda. Untuk memuluskan penyebaran paham Paderi ke tanah Batak, Tuanku Rao melakukan penyerangan terhadap pertahanan Belanda di Air Bangis. Pada tanggal 29 Januari 1833, Tuanku Rao dihadang pasukan Belanda. Perlawanannya dapat dipatahkan, dan dia menderita luka berat akibat dihujani peluru. Kemudian dia dinaikkan ke atas kapal untuk diasingkan. Belum lama berada di atas kapal, Tuanku Rao pun menghembuskan Nafas terahirnya. Diduga jenazahnya dibuang ke laut oleh Serdadu Belanda.

Kampung Pertanian-Rao sumatra barat



Kampung jorong 3 pertanian kecamatan Rao Mapat Tunggul 100% penduduk nya adalah pemeluk agama islam
Dan bersuku Mandailing
kebanyanyakan masyarakatnya adalah bermarga Lubis
Sebagai mana Nama kampung nya Pertanian umum nya masyarakatnya adalah petani,
petani sawah dan Karet

Karena kita Orang Susah


 
Karena kita ini harus sadar dik, harus tau diri dan harus menerima siapa diri kita
Kita adalah orang yang tergolong telah jauh ditinggalkan oleh jaman
Sejak kita dilahirKan malah

Kita terlahir dari pasangan yang serba miskin,miskin ilmu dan miskin materi.
Kita dibesarkan di lingkungan yang mayoritas penduduk Nya gagal untuk hidup yang layak.

Tanpa kita sadari kita telah diseting otomatis
Untuk punya pandangan hidup yang sama,karena jatuhnya buah tak kan jauh dari pohonya.
KITA TAK PUNYA MODAL memang.


Maka dari itulah dik kita harus punya keberanian,
Kita harus punya pendirian
Harus punya prinsip yang mandiri,dan rasa semangat yang tinggi
Untuk menciptakan sebuah perubahan
untuk menjadikan diri kita menjadi manusia,yang lebih manusiawi


Kita memang sudah ketinggalan jauh
Tapi bukanlah berarti kita telah terlambat untuk ditinggalkan.
Kita masih punya waktu
Maka jagalah sebaik-baik nya karena penyelasan itu selau siaga mengincarmu


katakanlah tanpa harus malu: 
Aku adalah orang susah yang selalu diselubungi kesusahan,
Pahitnya hidup itu sudah akrab denganku
Yang namanya derita itu selalu menyapa hari-hariku.tapi aku ini selalu tersenyum karena aku melihat hari-hari indahku semakin dekat.
Ya karena aku ini tidak jalan ditempat.



 P.Lubis
20-06-2016